Minggu, 07 Juni 2009

MALAYSIA DILARANG MEMBELI DOMBRUT

Dari: tony sapi
Topik: Re: [Insan_Peternakan] MALAYSIA DILARANG MEMBELI DOMBRUT
Kepada: Insan_Peternakan@ yahoogroups. com
Tanggal: Jumat, 5 Juni, 2009, 5:03 AM

Salam Peternak Boss,
Rame banget ternyata urusan larang melarang di negara kita yang tercinta.
Kalau untuk proteksi agar tidak pindah tangan ke negei orang masih bisa saya terima dengan segala plus dan minusnya.
Namun jika larangan itu untuk memproteksi agar ternaknya tidak pindah ke Daerah Lain yang masih di Negara yang sama, saya agak kurang bisa mengerti, walaupun kalau dipaksa harus mengerti yah nurut aja deh karena yang pasti peraturan tersebut di buat demi kebaikan.
Kambing Peranakan Etawa yang konon keberadaannya terpusat di Jawa tengah, untuk yang berkualitas baik/unggulan ternyata dilarang di jual atau di bawa kedaerah lain. Larangan ini tertuang di peratutan PemDa setempat, adapun alasannya banyak dan macam2, yang di ijinkan dijual keluar daerah hanya yang kualitas kelas tiga kebawah alias yang jelek2, walaupun di mata saya tetep aja sama mereka adalah embe.(artikel mengenai ini pernah di muat disitus ini, kalau nggak salah lho--karena sudah tak hapussss)
Kita terutama saya yang bermukim di luar Jawa Tengah, tentunya tidak mungkin melarang sang Pemda agar tidak membuat atau mencabut larangan tersebut.
Melihat dari kenyataan yang ada selama ini, dimana jenis kambing PE tersebut telah banyak tersebar di luar pusatnya, maka timbul banyak sekali pertanyaan yang tidak mampu saya jawab, yang antara lain:
1. Adalah kebohongan atau penipuan dan pelanggaran hukum secara sistimatis telah dilakukan oleh para penjual kambing jenis PE , yang menyatakan bahwa kambing yang di jualnya adalah jenis unggulan bahkan menyatakan kambing nya juara ini dan juara itu.
2. Para peternak di sentra PE tersebut secara sistimatis pula di tutup kesempatan untuk mendapatkan penghasilan yang lebih baik dengan menjual PE kelas unggulan yang sudah kita ketahui bersama harganya memang unggulan juga.
3. Centra PE tersebut dengan sendirinya makin lama makin menurun pamornya, karena hanya menjual kambing PE kelas rendahan. Saya membandingkan dengan penjual PE di negara jiran yang tidak mempunyai larangan sejenis, mereka bisa mengatakan dengan sangat yakin, bahwa kambing PE yang mereka jual semuanya kualitas yang terbaik, karena KAMI TIDAK MENJUAL KAMBING PE YANG BERKUALITAS RENDAH. Dengan sendirinya sebagai calon pembeli pasti lebih mudah menentukan dari mana mereka harus membeli.
4. Apa jawaban yang harus saya sampaikan saat ada petugas resmi dari Pemerintah datang ke kandang saya dan bertanya atau menginterogasi "Dari mana kamu mendapatkan kambing kambing ini, jenis kambing seperti ini dilarang keluar dari sentranya - mengapa sekarang ada disini". Dan hal ini betul-betul pernah terjadi dan mereka menjamin dengan pasti hal ini akan terjadi lagi,
Pusing tujuh puluh tujuh keliling mikirin jawabannya, karena harus berbohong secara sistimatis juga.
5. Beternak PE diluar sentra PE masih belum bisa memberikan "KETENTRAMAN YANG SESUNGGUHNYA" , karena usaha apapun yang kita lakukan harus di dasari oleh "LEGALITAS dan KE-HALAL-AN" , katanya agar kita tenang dunia akhirat.
6. Apa arti sebuah larangan dari Pemerintah Daerah, jika dengan IPTEK yang memadai sperma PE unggulan yang di cekal tersebut dengan mudahnya bisa di dapat, untuk kemudian di budi dayakan dengan hasil yang memadai. Ingat Boss pencekalan tersebut hanya untuk Kambing-nya bukan spermanya. Belum lagi jika kita lihat dari sudut pandang Cloning.

Ternyata bukan hanya Sapi yang membuat saya bingung, Kambing yang tubuhnya lebih keci, lebih sangat membingungkan.
Terimakasih dan salam hormat
TONY_BINGUNG

MALAYSIA DILARANG MEMBELI DOMBRUT


BANDUNG , (PR).- Pemprov Jabar menolak memberi izin pembelian bibit ternak domba garut oleh Malaysia , untuk melindungi kelestarian hewan ternak tersebut. Populasi ternak domba garut tengah dilakukan perlindungan oleh Pemprov Jabar dari ancaman dipatenkan oleh negara lain.

Gubernur Jabar H. Ahmad Heryawan, di Bandung, Rabu (20/5) mengatakan, belajar dari rencana pembelian bibit domba garut oleh Malaysia, terlihat adanya potensi besar pengembangan agrobisnis ternak tersebut dalam skala internasional. Peluang ini harus dimanfaatkan seoptimal mungkin oleh para peternak rakyat di Jabar, terutama domba garut.

"Kami juga akan berkoordinasi dengan sejumlah lembaga/instansi pemerintah terkait agar saling mendukung dalam upaya pelestarian komoditas-komoditas pertanian spesifik Jabar, termasuk domba garut. Kami tengah berupaya tak kecolongan agar berbagai komoditas spesifik lokal kemudian dipatenkan oleh negara lain," katanya di sela Ekspose Agribisnis Domba Jabar, di Mall Metro Indah, Bandung .

Disebutkan pula, peluang pemasaran domba internasional, di mana Jabar selaku sentra produksi di Indonesia, sangat terbuka dari Timur Tengah karena masyarakatnya sangat terbiasa makan daging domba dan kambing. Sejumlah pejabat negara di Timur Tengah menyatakan sangat meminati domba dari Jabar karena diketahui diusahakan oleh masyarakat Muslim, ketimbang selama ini membeli kambing dari Australia rata-rata 200 ton/hari.

Upaya pelestarian produk-produk pertanian spesifik Jabar dari ancaman dipatenkan negara lain, menurut Kepala Biro Produksi Pemprov Jabar, Toto M. Toha, juga dilakukan untuk produk muncang Sunan yang selama ini asli Kabupaten Sumedang. Soalnya, potensi bisnis muncang Sunan adalah produk bahan bakar alternatif dan pakan ternak. Ketua Harian Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jabar, Entang Sastraatmadja, menilai, sikap Gubernur Jabar yang menolak izin pembelian domba garut oleh Malaysia, dapat dijadikan gambaran keberpihakan kepada usaha pertanian spesifik lokal, termasuk ternak domba.

Sinyal dari Gubernur Jabar tersebut harus diikuti koordinasi dan kekompakan berbagai dinas/instasi terkait lainnya di provinsi maupun kabupaten, bahkan tingkat pusat, mulai sektor hulu, izin perdagangan, kehakiman, pelabuhan, petugas keamanan, dll. Dukungan pelestarian domba garut sebagai komoditas spesifik Jabar, juga muncul dari Dirjen Peternakan Departamen Pertanian, Tjeppy D. Sudjana, yang mengatakan, saat ini Departemen Pertanian tengah melakukan perlindungan sejumlah plasma nuftah lokal dari ancaman dipatenkan negara lain, misalnya domba garut dan sapi bali. Diakui, pemerintah juga baru saja kecolongan atas lolosnya empat ratus bibit sapi bali melalui Sulawesi Utara yang juga dibeli Malaysia .